Pemerintah Dorong Kesiapan Listrik di Maluku dan Maluku Utara, Antisipasi Kawasan Industri Baru
By Admin
Kantor PT PLN (Persero) UP3B Maluku
nusakini.com, Ambon, — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menekankan pentingnya kesiapan pasokan listrik di Maluku dan Maluku Utara guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang tengah berkembang di kawasan tersebut.
Wakil Menteri ESDM Yuliot menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan ke Kantor PT PLN (Persero) UP3B Maluku di Ambon, Selasa (28/4). Ia menilai keandalan listrik menjadi faktor kunci bagi kawasan yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Menurut Yuliot, sejumlah wilayah seperti Weda Bay di Halmahera dan Saumlaki berpotensi menjadi lokasi berkembangnya industri baru. Oleh karena itu, ketersediaan energi harus dipastikan lebih dahulu agar tidak menghambat aktivitas ekonomi.
Ia mengingatkan agar pembangunan kawasan industri tidak berjalan lebih cepat dibandingkan kesiapan infrastruktur energi. “Jangan sampai kegiatan ekonomi sudah berjalan, tetapi pasokan listrik belum tersedia sehingga menimbulkan keterlambatan,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga menyoroti pentingnya pemerataan listrik hingga wilayah terpencil, terutama di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Pemanfaatan energi baru terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan sistem penyimpanan dinilai dapat menjadi solusi.
Sementara itu, General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko, menyampaikan bahwa sistem kelistrikan di wilayah tersebut terus diperkuat meski menghadapi tantangan geografis kepulauan.
Saat ini, terdapat 168 sistem kelistrikan yang melayani sekitar 889.973 pelanggan dengan daya mampu mencapai 457,15 MW dan beban puncak sekitar 292,82 MW. PLN menyebut masih terdapat ruang kapasitas untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik ke depan. (*)